Mata[(:)]Dunia($)


Ucapan Salam Kepada Orang Shalat

MediaMuslim.InfoMengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat pun disyari’atkan, sebagaimana pendapat mayoritas para ‘ulama`. Marilah kita simak dan pelajari Archieve Hadits-Archieve Hadits berikut ini.

Archieve Hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu yang mengatakan : “Saya pernah mengucapkan salam pada Rasulullah, sedangkan beliau sedang mendirikan shalat. Lantas beliau menjawab salamku. Ketika kami hendak pulang, saya pun mengucapkan salam pada Rasulullah yang sedang shalat, tapi kali ini beliau tdk menjawabnya. Kemudian Nabi bersabda :Sesungguhnya dalam shalat itu ada kesibukan tersendiri.” (HR Bukhari no.1141,1158. HR Muslim no.538 dan HR Abu Dawud 3/191)

Masih dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : “Saya pernah mendatangi Rasulullah yang sedang shalat, lalu saya ucapkan salam dan beliau menjawabnya. Kemudian saya mendatangi lagi sambil salam kepadanya dan dia dlm keadaan shalat, tapi dia tidak menjawab salamku. Ketika selesai shalat, beliau memberi isyarat kepada shohabatnya dan bersabda, Sesungguhnya Allah adalah yang diajak dialog oleh kita ketika shalat, berarti janganlah kalian berbicara kecuali hanya dzikir kepadaNya dan (hanya dzikir) yang sepatutnya kalian kerjakan. Dan agar kalian mendirikan shalat karena Allah dalam keadaan tunduk.” (HR An Nasa`i 3/19, lafadh An Nasa`i asalnya ada pada shahihain, HR Abu Dawud 3/193)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata : “Suatu ketika Rasul pergi menuju mesjid Quba dan shalat di dalamnya. Maka berdatanganlah orang2 Anshar dan memberikan salam kepada Rasulullah yang sedang shalat. Saya bertanya kepada Bilal : Apa yang kau lihat manakala beliau menjawab salam mereka ? Bilal menjelaskan : Rasulullah cukup melambaikan telapak tangannya dan Ja’far bin Aun melambaikan tangannya pula . Dia menjadikan telapak tangan bagian dalamnya lebih bawah dan punggung telapak tangnanya berada di atas.” (HR Abu Dawud 3/195, HR Tirmidzi 2/204, HR Ibnu Majah 1/324, At Tirmidzi berkata: Archieve Hadits ini hasan shahih).

Archieve Hadits Ibnu Umar dari Shuhaib, radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : “Saya berjalan melewati Rasulullah dan ia sedang melakukan shalat, lalu aku ucapkan salam padanya. Beliau pun menjawabnya dengan isyarat. Ibnu Umar berkata : Yang saya tahu tentang isyaratnya Nabi, adalah apa yang dikatakan oleh Shuhaib, Beliau mengisyaratkan dengan jari-jarinya.” (HR Abu Dawud 3/194, HR An Nasa`i 3/5, HR Tirmidzi 2/363)

Dalil-dalil di atas mengindikasikan dibolehkannya mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat.

Ketika hukum berbicara di dalam shalat sudah tidak diperbolehkan lagi (bersamaan dgn pulangnya kaum muslimin dari hijrah yang kedua, yaitu waktu ke Habasyah), Ibnu Mas’ud-seperti kebiasaannya- mengucapkan salam kepada Rasul yang sedang shalat, Rasul tetap diam dan tidak menjawab dengan lisannya melainkan hanya dengan isyarat. Rasul menjelaskan bahwa sebab dilarangnya berbicara dengan lisan ketika shalat adalah karena orang yang sedang shalat itu disibukkan dengan dzikir kepada Allah, mengucapkan do’a dan lain2 yang berhubungan dengan munajat seorang hamba kepada Rabbnya. Seandainya mengucapkan salam kepada orang yang sedang shalat tidak diperbolehkan, pasti Rasul sudah melarangnya dan tidak menjawab salam dgn isyarat.

Asy Syaukani berkata : Sebenarnya tidak ada perbedaan di antara keduanya, kita boleh menggunakan isyarat dengan jari-jari tangan dan juga boleh menggunakan tangan. Kemungkinan maksud dari kata-kata tangan dalam Archieve Hadits di atas adalah jari-jarinya. (Nailul Authar 2/370)

Dalam Archieve Hadits yang lain disebutkan dengan cara menganggukkan kepala sebagai jawaban atas salam yang diucapkan kepada orang yang sedang shalat. Hal ini terdapat dalam Archieve Hadits Ibnu Mas’ud ,… maka Rasul pun menganggukkan kepalanya. Dalam riwayat lain Ibnu Mas’ud mengatakan dengan menggunakan kepalanya, yakni ketika membalas salam. (HR Al Baihaqi 2/260).

Dari riwayat-riwayat tersebut, berarti Rasulullah pernah mengamalkan yang satu dan dalam kesempatan yang lain pernah mengamalkan isyarat yang lain, itu semuanya boleh dilakukan.

(Dikutip dari: Kitab Zaadul Ma’ad Bab As Salam ‘alaa Musholli 2/413).


Kantunkeun Pairan so far
Tunda talatah



Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s



%d bloggers like this: